My Memories in 2009

View Comments

Posted on : 22-12-2009 | By : Rudy Lim | In : Featured Post, Press Release

Tanpa terasa kita sudah di penghujung tahun 2009, dalam hitungan hari kita akan memasuki tahun baru 2010, tahun 2009 telah meninggalkan banyak kenangan dalam hidup saya yang tidak akan terlupakan. Dalam notes ini saya akan share semua pengalaman saya di tahun 2009; semua kesuksesan, kesenangan, dan juga sebaliknya ketegangan, kesedihan dan kehilangan yang paling besar.

Memasuki tahun 2009, saya mempunyai pengalaman yang luar biasa, saya memulai dengan penuh semangat, resolusi baru, daftar impian dan hal yang ingin dicapai, obsesi, dll dan memang di awal tahun 2009, saya memulainya dengan luar biasa.

Awal bulan Januari, saya sibuk membuat persiapan dan segala yang diperlukan untuk membuka perusahaan baru, Yes…perusahaan pertama saya: YOUNGS Enterprise. Saya didukung oleh beberapa rekan investor yang merupakan senior saya semua, mereka semua percaya visi misi saya dan mendukung sepenuhnya. So bulan Januari merupakan bulan yang paling bahagia dan kepuasan tak terhingga, mulai dari men-setup ruangan kerja, mencari dan menginterview karyawan sendiri, punya ruangan kerja sendiri dan sebagai Founder & CEO of YOUNGS Enterprise. Satu kepuasan yang luar biasa karena bisa mewujudkan Impian saya.

Di Bulan Februari, kita sudah siap memulai kegiatan perusahaan, dan satu anugrah yang besar juga, saya mendapat kesempatan bekerja sama dengan guru besar saya Mr. Billi Lim (pengarang buku Dare To Fail) dimana kita akan kerja sama dalam mengadakan seminar besar Dare to Fail 2009 dengan tema : “How Not to sink with the global Economic Crisis” yang diadakan di bulan Mei 2009, di Hotel Novotel , Jakarta.

Dalam kesempatan ini saya belajar banyak hal yang sangat berharga dalam hidup saya, saya bisa berdiskusi langsung dan belajar langsung dengan salah satu motivator legendaris di Asia. Mr. Billi Lim (The World’s No.1 Failure Guru), dan juga mendapat dukungan dan endorsement dari beberapa Top Motivator di Indonesia, diantaranya: Bpk. Andrie Wongso, Ary Ginanjar, Ade Rai, James Gwee & Tung Desem waringin, yang bersedia memberi endorsement untuk seminar kami. Terima kasih sebesar-besarnya untuk semua dukungan guru-guru saya yang luar biasa.

Masih dalam bulan Februari, saya pribadi juga memberikan seminar motivasi untuk PT. Intel Indonesia Corporation (23/02) dan In house Training untuk Rakornastas PT. Perumnas Indonesia (25/02) di Bali. Sungguh pengalaman yang luar biasa dan terima kasih untuk kepercayaan yang di berikan.

Di Bulan Maret, saya memberikan seminar motivasi khusus untuk Universitas Bina Nusantara (16/03) dan dihadiri oleh lebih dari 500 peserta mahasiswa BINUS, Hasil kerja sama dengan Binus Center. Dan juga mengadakan seminar EQ untuk FH Universitas Trisakti (27/03) yang di hadiri oleh team perwakilan dari mahasiswa/i Fakultas Hukum Se-Jabodetabek. Sungguh pengalaman yang luar biasa.

Awal bulan April, sesuatu yang tidak diharapkan mulai terjadi, keteganggan dan tantangan besar dalam hidup saya. Dimana waktu itu saya punya jadwal seminar di Surabaya pada tgl 4-5 April 2009. Dan masalah mulai terjadi pada tanggal (03/04) saya tidak diijinkan oleh team investor saya untuk berangkat seminar di Surabaya, karena mereka maunya.. saya hanya focus sebagai director (penanggung jawab di perusahaan) yang memegang semua project yang akan dijalankan dan untuk sementara waktu tidak boleh jadi public speaker.

Dan dihari yang sama, siang sekitar jam 11.an saya dikabari oleh keluarga saya, bahwa papa saya sakit kritis dan masuk rumah sakit Siloam Hospitals. Saya telah berusaha tegar dan kuat dan tetap focus mengerjakan tugas saya, dimana besoknya saya harus ke Surabaya dan sorenya saya harus meeting dengan team investor. Sampai pada sore harinya, dimana saya bertemu dan meeting dengan para investor saya, saya menceritakan semuanya kondisi saya, dan entah kenapa mereka sepertinya tanpa peduli sama semua masalah saya dan hanya focus membahas soal saya tidak boleh seminar lagi (padahal menjadi motivator dan pembicara adalah Impian saya yang sudah mulai terealisasi, apakah saya harus melepaskannya?) Memang mereka sudah pernah membicarakan sama saya beberapa kali sebelumnya, dan sudah saya jelaskan, bahwa ok… saya akan benar-benar prioritaskan semua waktu saya untuk mengurus perusahaan, dan hanya akan mengadakan seminar pada weekend aja dan saya juga sudah sempat menolak beberapa tawaran seminar di bulan Maret yang bentrok dengan hari kerja (saya rasa itu bukan sikap yang bagus seorang professional public speaker). Dan memang para investor saya tetap tidak setuju dan anggapan saya, kita akan bahas lagi di kemudian hari (sedangkan mereka anggap itu udah kesepakatan akhir).

Kembali pada meeting dengan team investor, kira-kira jam 4 sore, mereka kasih saya dua pilihan tegas; Pertama: Tetap pegang perusahaan dan lupakan sementara jadi public speaker dan tidak berangkat seminar ke Surabaya atau Kedua: Kamu tetap pergi seminar, dan kamu pilih jalan sendiri alias mundur dari perusahaan. Sungguh sebuah pukulan besar dalam hidup saya, sungguh pilihan yang sangat sulit, saya mau dua-duanya, karena dua-duanya adalah Impian saya. Dan saya berhadapan dengan 3 orang Investor saya dan ada satu saksi hidup Mr.X. Jujur saya kontan meneteskan air mata dan menangis tersedu-sedu. Saya ngak tau kenapa saya menangis, dan tidak bisa saya tahan air mata saya. Karena saya harus membuat sebuah pilihan dan saya tau itu akan menjadi sebuah keputusan penentuan dalam karir saya kedepan. Dan dikondisi yang sama papa saya lagi di rumah sakit. Sehingga saya juga tidak bisa telepon dan berkonsultasi dengan anggota keluarga saya … karena mereka semua berada dirumah sakit dan juga tidak tau permasalahannya dengan jelas. Dan entah kenapa, saya tidak ingin lari dari masalah ini; saya tidak ingin menunda sampe besok, dan saya ingin segera menyelesaikannya sebagai seseorang yang bertanggung jawab. Walaupun jujur saya menangis seperti anak kecil, bukan karena saya takut kehilangan semua yang sudah saya kerjakan, tapi saya menangis karena harus menggambil pilihan kedua dan meninggalkan perusahaan, semua impian yang sudah saya tata dan mulai terlaksana satu persatu, team investor yang saya banggakan, staf yang saya bentuk dan interview sendiri. Tapi pilihan tetap harus dibuat….dan saya memgambil pilihan kedua, tetap sebagai motivator & public speaker dan harus mundur dari perusahaan. Saya mengambil tanggung jawab dan komitmen sebagai professional public speaker. Walaupun dengan segala permasalahan dan rintangan saya tetap memutuskan untuk berangkat ke Surabaya untuk memberikan seminar. Malamnya saya masih menjaga papa saya dirumah sakit sampe jam 12, dan paginya jam 04.00 saya harus siap-siap berangkat ke airport karena pesawatnya jam 06.00 pagi.

Sabtu (04/04/09) seminar untuk DWP Group (D-Net Surabaya) tetap berlangsung dengan sukses dan luar biasa, dan saya telah memberikan yang terbaik sebagai seorang motivator. Dan sambil berdoa team dokter yang menangani papa saya juga melakukan yang terbaik yang mereka bisa.

Singkat cerita, sepulang dari Surabaya.. saya langsung ke rumah sakit melihat kondisi papa saya, ternyata dokter menvonis papa saya kena kanker pankreas dan sudah dipasangin stent Karena saluran pencernaan dari lambung ke usus sudah tersumbat dan kadar bilirubin sudah sangat tinggi sekali, dimana kalau tidak segera di turunin bisa kena stroke maupun kena mata akan menjadi buta. Dan dengan segera pertimbangan dan intuisi saya, saya memutuskan untuk membawa papa saya ke Malaysia, dan setelah 2 hari istirahat, adik saya yang membawa papa saya ke Melaka, Malaysia. (waktu itu karena rasa tanggung jawab saya terhadap pekerjaan saya di perusahaan, karena project seminar Mr. Billi Lim semua saya yang handle, kerja sama dengan media, semua relasi, promosi, dll sehingga saya tidak bisa meninggalkannya. Waktu itu saya tidak tau sikap saya tepat atau tidak, tapi saya berusaha untuk menjadi yang terbaik dan bertanggung jawab terhadap tugas saya.)

Walaupun saya telah memilih untuk mundur dari perusahaan, tetapi saya tetap menghandle dan mensupport sampai hari H seminar, tgl 23 Mei 2009 di Novotel, Mangga Dua Square. Tanpa dibayar, tanpa dapat bagian saham saya dan bahkan tanpa biaya operasional selama bulan april dan mei 2009.

Terima kasih kepada semua teman-teman media, partner dan relasi yang telah mensupport, yang mungkin Anda juga kaget pada hari H nya tiba-tiba penyelenggaranya orang lain dan bukan logo saya sebagai penyelenggara, hanya ada di bagian support aja (yang memang mohon maaf belum pernah saya ceritakan secara terbuka dan kasih tau alur ceritanya). Pada saat itu saya hanya mau seminar itu berjalan dengan lancar dan sukses saja. Terima kasih atas support Anda semua.

Akhirnya, dengan berat hati.. saya harus membereskan semua barang-barang saya dan keluar dari perusahaan, meninggalkan semua kenangan indah selama 5 bulan pertama di tahun 2009.

Setelah itu, saya mengurangi semua kegiatan saya.. (tidak mengadakan seminar public lagi) dan meluangkan waktu untuk menjaga dan menemani papa saya melawan kanker pankreas nya. Awal bulan Juni, saya membawa papa saya untuk check lagi ke Melaka , dan dengan keadaan yang sudah membaik, berat badan naik 1 kg dan dokter disana juga kasih tanggapan positif, semua kondisinya membaik, dan ada kemungkinan bukan kanker ganas, so puji Tuhan saya bersyukur sekali waktu itu. Dan saya tau itu semua berkat campur tangan Tuhan dan banyak doa dari semua teman-teman, termasuk semua dukungan teman-teman di Facebook, doa kita semua di kabulkan. Dan itu moment terindah saya bersama papa saya, kita masih sempat jalan-jalan di Melaka, makan nasi ayam khas disana, keliling jalan-jalan disekitar hotel sambil bercerita. (You know.. I am so proud of u ‘Dad..)

Dokter berpesan untuk datang check up dua bulan lagi, dan sesuatu yang tidak pernah kita sangka terjadi lagi, awal Juli papa saya masuk rumah sakit lagi dan kali ini keadaannya benar-benar kritis sekali, masuk RS. Husada 7 hari, tanpa ada tindakan sama sekali, karena team dokter yang tanggani masih ragu-ragu untuk menggambil tindakan. Akhirnya saya memutuskan untuk pindah ke Siloam Hospitals lagi. Ternyata stent (selangnya) sudah tersumbat, so harus diganti atau dioperasi, sedangkan kondisi papa saya lemah sekali, berat badan turun 7 kilo dan kurang darah, dsb. Saat-saat paling sulit dan berat dalam hidup saya melihat secara langsung papa saya berjuang melewati saat-saat kritis tanpa bisa melakukan apa-apa. Kali ini benar-benar terberat yang kami alami, 18 hari papa saya dirumah sakit. Dengan kondisi tidak bisa makan sama sekali, kanan kiri diinfus, ditransfusi darah, di kasih selang oksigen, dll (saya siang malam disitu hanya bisa berdoa dan harus selalu bersikap tegar untuk memotivasi anggota keluarga saya untuk tidak sedih dan memberi support ke papa, bahwa semua akan baik-baik saja.) Biaya rumah sakit yang bertambah setiap saat, setiap jam, tanpa bisa kompromi… saat-saat dimana, uang bukan lagi apa-apa, yang penting papa saya bisa sembuh. Saya tiap beberapa jam harus pergi membayar ke bagian administrasi, supaya semua pelayanan bisa lancar dan tidak tertunda. Terima kasih juga ada beberapa family, sahabat dan teman yang sempat membantu waktu itu. Dan Puji Tuhan sekali lagi papa saya bisa melewati masa krisisnya. He is survive !!!

Di bulan Agustus, tepat pada hari ulang tahun saya (11/08/09), saya membawa papa saya check up lagi ke Melaka, dan kali ini ditemani oleh mama saya juga, kali ini berangkat dengan kondisi yang sedih, karena keadaan papa yang semakin lemah dan mengeluh sakit terus-menerus, sewaktu check up disana, saya shock, karena setelah melewati pemeriksaan CT Scan dan hasil lab, ternyata kondisi papa saya sudah krisis sekali, dokter memberitahukan ke saya bahwa itu sudah pasti Cancer Pancreas stadium 4 dan juga sudah sempat menyebar ke beberapa organ penting yang lain, dokter juga terus terang memberitahukan kondisinya kepada papa saya, tapi tentu tidak se-detail yang diberitahukan kepada saya. Dalam keadaan yang sedih dan shock, saya harus bersikap seolah tidak ada apa-apa, tetap memotivasi papa saya bahwa dokter bisa saja salah, kita akan fight dan cari arternatif lain lagi sebisa mungkin.

Setelah pulang, kami mencari segala cara dan obat untuk mengatasinya, dari pengobatan arternatif (Sin Se) maupun obat-obat traditional, namun secara psikis.. papa saya mulai emosinya tidak teratur, mungkin karena sudah down, dll dan seiring dengan waktu.. kami terus berusaha mensupport, mencari segala cara dan papa saya juga masih tegar dan terus bertahan untuk melawan kankernya.

Saya pun mulai mempersiapkan program seminar saya, dan di bulan Oktober, dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda ke-82 (28/10/09) saya bekerja sama dengan Qtv mengadakan talkshow dengan topic : BANGGA MENJADI INDONESIA. Dan saya juga akan megadakan roadshow seminar Gratis ke seluruh Universitas di Indonesia (mulai dari bulan Oktober 2009 – 31 Des 2009)

Tapi sesuatu terjadi, Sabtu (07/11/09) saya harus kehilangan papa saya tercinta, papa telah berpulang ke rumah Tuhan YME, merupakan kehilangan terbesar yang saya alami dalam hidup saya, banyak yang belum saya lakukan untuk papa saya, walaupun selama ini saya sudah melakukan yang terbaik yang saya bisa, saya berusaha untuk tetap tegar dan kuat, untuk meneruskan semangat dan perjuangan papa saya yang selama ini telah menjadi teladan dalam hidup saya. Terima kasih atas semua dukungan doa teman2, family, dan juga sahabat di facebook, dalam melewati masa-masa kalut itu.

Saya tidak mau terlalu lama larut dalam kesedihan, saya akan melanjutkan perjuangan papa saya untuk membuat kehidupan keluarga lebih baik dan saya membuat komitmen, saya akan memberikan lebih banyak lagi kontribusi buat orang lain, lewat seminar dan berbagai kegiatan yang akan saya jalankan.

Sabtu (21/11/09), saya memberikan seminar PR untuk STIKS Tarakanita, dihadiri oleh ratusan mahasiswi Tarakanita dan acara berlangsung dengan luar biasa, semoga bisa memberikan banyak inspirasi buat mereka.

Memasuki bulan Desember 2009 ini, saya membuat komitmen baru lagi dan saya menyatakan bahwa : I am come back, I’m Ready NOW !!! Saya siap untuk membuat terobosan baru lagi di tahun 2010, Yes.. saya memberanikan diri untuk men-setup kembali perusahaan saya sendiri, dengan membangun partnership dan team investor yang baru, dan kali ini dengan cara dan program yang totally berbeda, dan saya juga akan mengadakan Campus Roadshow 2010 ke 100 Universitas diseluruh Indonesia.

Mari kita menyambut tahun 2010 dengan Optimis! Saya dan seluruh team Rudy Lim Winners Club mengucapkan: Merry Christmas 2009 & Happy New Year 2010 !

2010 – Together We Grow & Success !!!

Rudy Lim
Inspirator Muda No. 1 Indonesia | 0812 8500 686 | Jakarta

*Anda juga bisa membaca artikel-artikel saya lainnya di www.rudylim.com

blog comments powered by Disqus